04:13 | Author: Mahasiswa Pencinta Kelestarian Alam ( SWAPENKA )

RIBUAN KURA-KURA IRIAN JENIS MONCONG BABI DISELUNDUPKAN


Petugas BKSDA Jatim I berhasil menggagalkan upaya penyelundupan ribuan anak kura-kura Irian atau disebut kura-kura Moncong Babi atau Babe nose Turtle yang punya nama latin Carettochelys insculpta DI Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, Minggu (13/3). Secara keseluruhan ditemukan 7275 ekor anak kura-kura dimana 1345 diantaranya telah mati. Anak kura-kura itu diselundupkan dengan cara disimpan di dalam salah satu kabin anak buah kapal KM Trijaya Abadi yang memiliki rute perjalanan dari Merauke-Surabaya.

Kondisi anak kura-kura itu sangat menyedihkan saat ditemukan. Ribuan anak kura-kura itu ditemukan dalam kondisi sudah dikemas di dalam tas-tas plastik ukuran besar. Dalam tiap tas dimasukkan begitu saja ratusan anak kura-kura. Bisa dibayangkan betapa ngerinya, hewan mungil yang lucu itu saling bertumpukan rapat tanpa celah di dalam sebuah tas plastik yang tertutup rapat.

Bukan itu saja, saat dilakukan pemeriksaan, petugas juga menemukan dua puluh ekor anak kura-kura yang dimasukkan kedalam ember bekas tempat cat di ruang mesin kapal. Dua puluh ekor anak kura-kura itu terapung-apung di dalam ember yang berisi air bercampur solar. Diduga kura-kura itu akan dibuang setelah diketahui ada petugas yang melakukan pemeriksaan.

Sungguh sangat memprihatinkan, sebagai hewan endemik yang dilindungi, anak kura-kura itu telah diselundupkan, bahkan dengan perlakuan yang mengerikan. Terlebih lagi jumlahnya mencapai ribuan ekor.

Dapat dibayangkan jika hal-hal seperti ini telah dilakukan berulang-ulang kali sebelumnya, sudah berapa ribu anak kura-kura yang dilarikan dari Papua. Entah apa yang ada dibenak mereka para pelaku penyelundupan. Mereka mungkin mendapatkan keuntungan dari sisi ekonomi, tapi mereka tidak memperdulikan jika nantinya hewan-hewan itu telah punah dan tidak bisa kita jumpai lagi di bumi Indonesia ini.

Untuk kasus ini, petugas belum menangkap pemilik ribuan anak kura-kura itu. Petugas BKSDA baru melakukan pemeriksaan pada empat orang yang memilik kaitan terdekat. Mereka adalah Sapto Haryono, 25, warga Purbalingga, ABK yang tertangkap basah membawa 560 ekor anak kura-kura keluar kapal, Agus Krisdiantoro, 27, ABK yang kamarnya digunakan sebagai temapat penyimpanan ribuan anak kura-kura, Supriadi, 28, Mualim I dan Yosep Diaz, Nahkoda Kapal.

Saat ini ribuan anak kura-kura yang masih hidup telah ditampung ditempat darurat di Kantor Seksi Konservasi wiulayah II BKSDA Jatim I di Jl Kutisari Selatan XIII no. 39. Kura-kura itu ditempatkan dalam sebuah bak raksasa dan 25 kotak gabus yang telah diberi air dan ditaburi daun kangkung. Selain itu, petugas BKSDA juga membuat ‘replika’ habitat kura-kura itu dengan menempatkan tumpukan pasir dan membuat genangan-genangan air di salah satu ruang penampungan sementara itu. Meski demikian, sejumlah anak kura-kura itu ditemukan telah mati. Dalam hitungan jam, telah ada puluhan anak kura-kura yang mati. Dan sepertinya kematian seperti itu akan terus terjadi dan ini sangat memprihatinkan. Entah berapa ekor anak kura-kura yang nantinya dapat diselamatkan.

Yang perlu menjadi catatan, selama ini belum ada kasus-kasus penyelundupan hewan langka ataupun kasus-kasus menyangkut Konservasi Sumber Daya Alam yang divonis dengan hukuman maksimal. Hal inipun dibenarkan oleh Kepala Kantor Seksi Konservasi Wilayah II, BKSDA Jatim I yang menangani kasus penyelundupan anak kura-kura ini.

“Selama ini yang saya tahu vonis yang dijatuhkan hanya berkisar antara tiga hingga empat bulan penjara,” ujar Haris. Sesuai Undang Undang nomor 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem para tersangka kasus seperti ini dapat dikenakan sanksi hukuman kurungan maksimal 5 tahun. Haris juga menambahkan, selama ini untuk sanksi yang diberikan pada para tersangka ditentukan berdasarkan nilai harga hewan-hewan itu jika dijual dipasaran. Ia pun berkata dengan dongkol, “Itukan gak adil, kok kerugian dihitung dari nilai harga jual dipasaran, nilai keberadaan hewan itu dihabitatnya terlebih jika hewan itu adalah hewan langka justru tidak dapat ternilai .”


FOTO 1

** Ini adalah foto ribuan anak kura-kura yang telah mati. Tragis memang. Dua tas yang ada di foto adalah tas yang digunakan untuk mengemas anak kura-kura itu. Para penyelundup memasukkan anak kura-kura itu kedalam tas dengan cara seperti yang nampak di dalam foto.


FOTO 2


*** Ini adalah foto salah satu anak kura-kura yang diselundupkan. Seperti namanya, kura-kura jenis ini memiliki moncong hidung seperti hidung babi, sekilas memang seperti bulus.


disadur dari email SWAPENKA.

BUMI JUGA BUTUH CINTA
17:33 | Author: Mahasiswa Pencinta Kelestarian Alam ( SWAPENKA )

Manusia hidup di bumi ini sudah berabad-abad lamannya. Sejak nabi Adam dan Hawa di turunkan ke bumi karena melakukan kesalahan di surga.

Yap, manusia sejak dulu mendiami bumi ini yang satu dan Cuma satu-satunya. Walaupun banyak ahli yang meneliti kemungkinan planet lain di tata surya yang bisa untuk di huni oleh manusia atau ada mahkluk lain di semesta ini selain manusia yang mendiami planet lain. Para ahli meyakini bahwa di Mars ada kehidupan, namun sampai sekarang belum dapat bukti-bukti yang menguatkan. Banyak astronot dan ahli-ahli/peneliti mencoba untuk mengambil sampel dari planet Mars sehingga bila dimungkinkan manusia bisa pindah ke planet tersebut suatu saat nanti sebagai pengganti Bumi. Mungkinkah?

Kenapa Mars? Karena menurut hasil penelitian sementara ini, karakter Mars menyerupai Bumi. Mengapa banyak Negara mengeluarkan dana yang begitu besar untuk meneliti adanya kemungkinan planet lain yang bisa di huni oleh manusia selain Bumi?Karena bumi ini sudah mulai penuh sesak oleh manusia. Selain itu bumi ini sudah mulai menampakkan tanda-tanda kerusakan. Ekosistem Bumi sudah mulai kacau. Ini disebabkan karena berbagai hal. Misalnya: polusi udara dari asap pabrik dan kendaraan bermotor, Polusi air akibat limbah pabrik (toxic), hutan yang mulai menghilang (ingat, hutan sebagai penghasil oksigen), tanah yang mulai berkurang kesuburannya, lapisan ozon yang semakin tipis, dan masih banyak lagi.Semua itu menyebabkan Bumi ini makin rusak, belum lagi ditambah dengan perang nuklir.
Sebenarnya siapakah yang membuat Bumi ini rusak?
MANUSIA
Manusia adalah makhluk yang paling berbahaya, yang menyebabkan semua kerusakan ini. Manusia dengan karunia akal dan pikirannya yang seharusnya menjadi kalifah di dunia untuk menjaga kemakmuran dunia. Kenyataannya? Manusia menjadi satu-satunya makhluk yang paling merusak. Bahasa kerennya destroyer. Makhluk penghancur yang tak kenal ampyun.Apakah kita akan terus merusak Bumi ini? Sementara kita hanya bisa tinggal di Bumi.
INGAT!!! BUMI INI SATU, DAN CUMA SATU-SATUNYA!!!!
Kita hanya bisa tinggal di Bumi, persetan dengan para peneliti yang meyakini bahwa ada planet lain yang bisa di huni oleh manusia.
Jagalah Bumi ini sekarang juga!!!
Caranya: dengan tidak memperparah kerusakan di Bumi ini. Mulailah mengurangi menggunakan material yang merusak Bumi. Kurangi industri yang menyebabkan pencemaran terhadap lingkungan. Hentikan pemanasan global, jagalah hutan dari kepunahannya. No Ilegal Loging BOS!!!
Hentikan perambahan hutan, penggundulan hutan yang semena-mena. Eksploitasi hutan tanpa memperhatikan ekosistemnya. Mulailah dengan reboisasi, penanaman hutan kembali. Kembalikan fungsi hutan sebagai produsen oksigen.Dan mulailah menanam satu pohon dipekarangan rumah kita, semoga itu dapat menyelamatkan Bumi.
INGAT!!! BUMI INI SATU, CUMA SATU-SATUNYA!!!! DAN JUGA BUTUH CINTA DAN DICINTA........

posted by arie"Ngeden" Darmawan ( XXi Nomer NIA lupa )